Desa, Tetaplah Desa
Matahari perlahan menunjukkan rupanya, tanda hari yang baru akan segera dimulai. Bagi Deri, hari baru ini adalah hari yang ditunggu-tunggu. Dengan cepat, Deri mulai menyiapkan segala keperluan sekolahnya. Sepatu hitam mengkilat dan baju putih abu-abu sudah dipakainya dengan rapih dan sempurna. “Akhirnya, tiba waktuku ke kota untuk melanjutkan pendidkan di sekolah yang aku dambakan.” Pikir Deri dalam hati sambil memakai dasi abu-abunya yang masih terlihat kaku. Setelah sarapan, Deri pun berangkat dengan Ibu yang dengan bahagia mengantarkannya sampai ke depan rumah. Seiring perjalanan melewati desa, dengan sopan, Deri menyapa setiap warga yang ditemui sambil mengamati keadaan desa yang menawan. “Pagi ini sama dengan pagi biasanya, desa ini tidak pernah berubah”, ujarnya dalam hati sambil menarik nafas panjang untuk menikmati udara pagi yang sejuk...