Posts

Waktu, Rindu, dan Satu - Apresiasi Film Flipped

Image
  Judul di atas merupakan wujud konklusi dari penulis kepada film yang bertajuk drama romantis pada tahun 1960-an. Film dengan judul “Flipped” merupakan contoh salah satu film yang berhasil membuat penonton terkejut dengan isi ceritanya yang mampu mengalahkan ekspetasi dan praduga penonton. Poster film Flipped (sumber: www.8tracks.com)             Flipped menceritakan kehidupan sepasang manusia yang bernama Juli Baker (Madeline Carroll) dan Bryce Loski (Callan McAuliffe) yang berada dalam tahun-tahun atau zaman klasik, yaitu 1960-an. Mereka pertama kali dipertemukan pada saat keduanya berumur tujuh tahun. Mereka bertemu pada saat Brcye memutuskan untuk pindah ke kawasan perumahan yang nyatanya berseberangan dengan rumah Juli. Pada pertemuan pertama mereka, Juli langsung jatuh cinta kepada Bryce. Alasan kuat yang ia pegang adalah mata dan senyum Bryce yang sangat menawan. Mulai dari saat itu, Juli melakukan hal apa p...

Random Story!

Holaa!! Udah lama gue gak muncul ngeblog dengan bahasa yang sedikit go-vlog  dan ejaan yang tidak akan pernah sempurna. Ya, hal yang menyibukkan gue dan gue yang menyibukkan hal telah memakan waktu gue untuk tidak menulis dan tidak ngeblog. Waktu yang gue pake depan laptop sekarang, biasanya cuma buat nonton pilem. Sebenernya gue bingung dengan topik bahasan yang pengen gue sampein dalam postingan ini. Tapi, udah terlanjur ngetik masa harus mundur lagi. Bentar, mikir dulu ya.. *typing* *delete* *typing* *delete* *typing……….. oke, entah kenapa yang pertama terlintas di otak gue adalah masalah yang udah wajar di anak SMA, buat kalian yang masih dibawah umur, ajak orang tua kalian untuk baca, ya. Suruh mereka follow gue juga di twitter dan instagram. Back to the topic, yang gue maksud hal yang wajar di masa SMA adalah masalah percintaan dan pertemanan. Dramatis banget ya kata-katanya, tapi ya udahlah ya. Jadi, yang pertama gue akan bahas adalah percintaan. Disini, kata “...

Enggan dan Teman

Mata terpandang berbeda Lalu, mata terarah kanan Kini, mata terarah kedepan Lalu, berdekatan Kini, berhadapan Menyita detik menjual kata Seakan enggan untuk merenggang Telinga teriris tinggi suara Lalu, telinga sepadan dengan relasi Kini, telinga tertekan dengan tensi Mulut tertahan bersalam Lalu, tertahan tuk tertutup Kini, terperanjat senyap Lalu, Keramaian arti indera melingkari kita Kini, Keheningan indera membulatkan jauh Bukan karena enggan menjadi dulu Karena dulu, indera selaras Karena dulu, tak hanya sebatas temu Kini, Jauhkan lontar sombong dari indera Telingaku telah enggan Tuk menerima tensi dengan beban Dari teman dalam keengganan.

Protesnya Jantung

Langit menghitam tanda kegelapan Terambah cahaya biru manja khatulistiwa Ranah mengeras tanda terpijak kehancuran Angin bertiup seolah tak punya tujuan Menghembuskan udara yang membawa kematian Zat yang dibutuhkan terdegradasi Terdeformasi oleh busuknya akal pribumi Melahirkan beribu harapan masa sunyi Gelap tak memiliki arti Hidupnya ya hidupnya Hidupku ya hidupku Prinsip bodoh yang mengakar di pikiran Hanya mengenal lembaran kertas Yang tak sobek jika tercuci dan berharga tanpa kadaluwarsa Mereka rupanya pintar bersandiwara Bernyanyi dan menari di atas retaknya ranah kehidupan Memikirkan kehidupannya yang mewah karena lengkapnya kami  dalam keindahan ruang hidup Sesungguhnya.. Apakah yang mereka lakukan? Dan apakah yang mereka cari? Rangka terlapis semen yang menjulang Tak menggambar akalnya yang cerdas dan akhlak yang luhur Mungkin sekarang tak terpikir Namun kelak akan berpikir Kehidupanku yang terbabati menjadi beban baru Kehilangan peneru...

Kini Bukan Lalu

Waktu tak menarik jarumnya Matahari konsisten dengan cahayanya Jalan merusak dengan sendirinya Hati kosong dengan lamanya Retaknya bentuk  Menusuk segala rusuk Tak pernah diam untuk lupa Tak yakin bisa untuk ingat Prakarsa telah habis untuk sesaat Semangat perlahan karat Lalu adalah tuntutan kesedihan Membayang janji Yang bodoh terluapkan Nyatanya, Janji adalah kebodohan Kini, kau lupa lalu Kini, kau pindahkan lalu Kini, tak pernah menyinggung lalu Kini, lalu telah lalu Kini, biarkan aku lupakan lalu Lalu? Pergilah lalu Langkah ini harus berderap Hati ini harus isi kembali Lalu, kini memang bukan tempatmu

Pendidikan atau Pembunuhan?

Jiwa terombang debu Melekatkan bara yang membunuh Menyuap secara paksa Wajah manis kecil pribumi Dengan hal yang mereka sebut ‘pendidikan’ Merenggut mental alami Yang terlahir secara sempurna Menghiasi keadaan awal yang bahagia Seperti awal kehancuran senyuman Masalah berasal dari ranahnya Perdebatan urusan tangan kanan Tak pernah berhenti mengacau ‘kelinci percobaannya’ Menelan dan menelaah Mengkritik dan memberi saran Bukanlah kuasa si kelinci Percobaan untuk membunuh Karakter jiwa tunas  satu per satu Jadi, apakah pendidikan sama dengan pembunuhan?

RUTE (JURUSAN) GUE

               Rute jurusan gue adalah postingan galaunya gue. Kalo kalian galauin doi yang gak peka, yang terjebak friend zone, yang gagal move on, dan ditikung temen. Kalo gue galauin ini, JURUSAN. Ini berasal dari pengalaman pribadi gue.             Ohiya, pembahasan ini hanya sekadar jurusan IPA atau IPS, bukan jurusan kuliahan karena gue belum sampe sana. Soalnya masih ada 2 tahun buat mikirin itu, walaupun gue udah punya target tapi pasti bakal banyak penggalauan jurusan kedepannya. Buat jaga-jaga makanya gue gak bahas. Oke, mari kita mulai cerita galau ini.              Dimulai dari pas SMP. Di masa ini lo pasti ngerasa kalo jurusan itu belum tepat untuk dipikirkan karena masih ada masa SMA dan lo hanya berpikir berdasarkan cita-cita semata yang lo pegang dari temen, internet, orang tua, ataupun media yang beriming-iming dengan gaji besar, kerjanya santai, dan ban...