Posts

Rumah Kosong

“Rumah kosong, sudah lama ingin dihuni, adalah teman bicara, siapa saja atau apa.” -           Rindu, Banda Neira             Dulu ketika rumah masih ramai, sukanya pada ngehujat siapa saja yang lewat. Gak teman sekamar, gak pengurus rumah, gak satpam, semuanya bisa kena. Alasannya banyak, terlebih, tiga tahun di sana isinya terasa penuh beban. Dari makan pagi yang dikasih waktu pas hari libur, ngurusin acara, kumpul pagi-pagi, begadang bahkan gak tidur, ulangan bahasa, sampai kelaparan tengah malam.             Dulu ketika rumah masih ramai, banyak yang pada musuhan. Gara-gara salah paham, sampai salah pakai barang orang. Entah kenapa, padahal satu rumah. Ada yang habis gara-gara ambisi, ada juga yang habis gara-gara terkena ambisi. Seisi rumah tuh kadang bikin bingung, protes aturan sana sini, tapi diikutin juga, tapi g...

Anomali Toleransi

Image
                       Toleransi (sumber: theoddysseyonline.com) Ketika ada banyak sesuatu di relung dan otak Anda, tetapi tidak tahu harus memulai dari mana, itulah yang saya rasakan sekarang.             Dalam setiap tulisan yang ingin memberikan opininya tentang Indonesia dan segala polemik di dalamnya. Banyak penulis yang memulainya lewat kalimat yang menunjukkan kekayaan, keberagamaan, dan keistimewaan negeri khatulistiwa ini. Pembahasannya pun akan dimulai setelah kata-kata positif tersebut bertolakbelakang dengan apa yang sebenarnya terjadi di masyarakat. Bisa dikatakan, hal tersebut dilakukan agar maksud ironi penulis sampai ke pembaca dengan jelas. Namun, dalam tulisan ini saya tidak akan memulai opini dengan kalimat-kalimat seperti itu karena tanpa dipaparkan, kalian mungkin sudah sangat dekat dengan ironi yang sedang meland...

Desa, Tetaplah Desa

            Matahari perlahan menunjukkan rupanya, tanda hari yang baru akan segera dimulai. Bagi Deri, hari baru ini adalah hari yang ditunggu-tunggu. Dengan cepat, Deri mulai menyiapkan segala  keperluan sekolahnya. Sepatu hitam mengkilat dan baju putih abu-abu sudah dipakainya dengan rapih dan sempurna. “Akhirnya, tiba waktuku ke kota untuk melanjutkan pendidkan di sekolah yang aku dambakan.” Pikir Deri dalam hati sambil memakai dasi abu-abunya yang masih terlihat kaku. Setelah sarapan, Deri pun berangkat dengan Ibu yang dengan bahagia mengantarkannya sampai ke depan rumah. Seiring perjalanan melewati desa, dengan sopan, Deri menyapa setiap warga yang ditemui sambil mengamati keadaan desa yang menawan.             “Pagi ini sama dengan pagi biasanya, desa ini tidak pernah berubah”, ujarnya dalam hati sambil menarik nafas panjang untuk menikmati udara pagi yang sejuk...

Makna Senja

Termenung dalam senja Lembayung warna duaja Membiarkan memori bersuara Melantaskan kasih jiwa berjasa Kisah sarat bahasa Berselimut nuansa makna Kini, ruang pikir sesal Sekadar perilaku rasional Terlontar pada insan ideal Lalu, Jiwa berontak, Terkurung, Padahal tidak terlontang-lantung, Lalu, Raga mengadu Berteriak gagal sendu Padahal masih bilangan satu Lalu, Tak peduli rasanya, Hiraunya, Menuntut jiwa sempurna Sosok utuh dalam buana Kini, Jiwa bertanya Merasakan kekosongan semu Teringat harapan beriring fasihat Menyadari kasih tak ragu bersurat Mensyukuri doa yang dekat Kini, Kita menjadi satu dalam ruang Melukis memori dalam masa Melewati garis asa Menikmati kesempurnaan senja

Waktu, Rindu, dan Satu - Apresiasi Film Flipped

Image
  Judul di atas merupakan wujud konklusi dari penulis kepada film yang bertajuk drama romantis pada tahun 1960-an. Film dengan judul “Flipped” merupakan contoh salah satu film yang berhasil membuat penonton terkejut dengan isi ceritanya yang mampu mengalahkan ekspetasi dan praduga penonton. Poster film Flipped (sumber: www.8tracks.com)             Flipped menceritakan kehidupan sepasang manusia yang bernama Juli Baker (Madeline Carroll) dan Bryce Loski (Callan McAuliffe) yang berada dalam tahun-tahun atau zaman klasik, yaitu 1960-an. Mereka pertama kali dipertemukan pada saat keduanya berumur tujuh tahun. Mereka bertemu pada saat Brcye memutuskan untuk pindah ke kawasan perumahan yang nyatanya berseberangan dengan rumah Juli. Pada pertemuan pertama mereka, Juli langsung jatuh cinta kepada Bryce. Alasan kuat yang ia pegang adalah mata dan senyum Bryce yang sangat menawan. Mulai dari saat itu, Juli melakukan hal apa p...

Random Story!

Holaa!! Udah lama gue gak muncul ngeblog dengan bahasa yang sedikit go-vlog  dan ejaan yang tidak akan pernah sempurna. Ya, hal yang menyibukkan gue dan gue yang menyibukkan hal telah memakan waktu gue untuk tidak menulis dan tidak ngeblog. Waktu yang gue pake depan laptop sekarang, biasanya cuma buat nonton pilem. Sebenernya gue bingung dengan topik bahasan yang pengen gue sampein dalam postingan ini. Tapi, udah terlanjur ngetik masa harus mundur lagi. Bentar, mikir dulu ya.. *typing* *delete* *typing* *delete* *typing……….. oke, entah kenapa yang pertama terlintas di otak gue adalah masalah yang udah wajar di anak SMA, buat kalian yang masih dibawah umur, ajak orang tua kalian untuk baca, ya. Suruh mereka follow gue juga di twitter dan instagram. Back to the topic, yang gue maksud hal yang wajar di masa SMA adalah masalah percintaan dan pertemanan. Dramatis banget ya kata-katanya, tapi ya udahlah ya. Jadi, yang pertama gue akan bahas adalah percintaan. Disini, kata “...

Enggan dan Teman

Mata terpandang berbeda Lalu, mata terarah kanan Kini, mata terarah kedepan Lalu, berdekatan Kini, berhadapan Menyita detik menjual kata Seakan enggan untuk merenggang Telinga teriris tinggi suara Lalu, telinga sepadan dengan relasi Kini, telinga tertekan dengan tensi Mulut tertahan bersalam Lalu, tertahan tuk tertutup Kini, terperanjat senyap Lalu, Keramaian arti indera melingkari kita Kini, Keheningan indera membulatkan jauh Bukan karena enggan menjadi dulu Karena dulu, indera selaras Karena dulu, tak hanya sebatas temu Kini, Jauhkan lontar sombong dari indera Telingaku telah enggan Tuk menerima tensi dengan beban Dari teman dalam keengganan.