Posts

#1 Midnight Thought

“If you let people’s perception of you dictate your behaviour, you’ll never grow as a person.” -            George Feeny, Boy Meets World                Menjadi seseorang yang tidak akan lepas dari interaksi sosial menciptakan suatu problematika tersendiri, baik yang disadari sebagai permasalahan major atau mungkin tidak. Pasalnya, setiap ruang tukar kata akan menyelipkan emosi-emosi yang memiliki kans untuk tertangkap tidak sempurna dan tidak berbalas baik. Namun, hal tersebut lumrah terjadi atas frekuensi manusia yang berada dalam taraf yang tidak sama.              Hal itu sama sekali berbeda dengan anggapan titik-titik pemaksaan ketidaksepahaman yan ada. Di sini, mereka akan mencoba mendiktekan titik tersebut untuk kembali menyambungkannya dalam satu frekuensi yang tidak sama dan tidak searah. Apakah manusia sekosong itu da...

SBMPTN?

      Halo! Udah beberapa bulan ini gue gak nulis di blog karena mungkin kalian tahu   college life really needs my attention. So, ya, i left this kind activity for a while. Well,   Dalam tulisan gue gak bakal cerita tentang perkuliahan gue yang baru dua semester ini, tapi   gue secara singkat mau ngasih beberapa strategi untuk anak kelas 12 yang lagi persiapan SBMPTN.             Mungkin sebelum kalian baca   post   ini, kalian bisa baca   post   gue sebelumnya tentang bagaimana cerita gue untuk masuk ke PTN ( klik di sini, ya ). Bukan cerita yang heroik atau mengesankan kok, tapi sedikit ada cara yang mungkin bisa kalian pelajari dari persiapan gue sebelum SBMPTN .         Okay,   seperti yang kalian baca di   post   itu, gue emang baru intensif belajar SBMPTN 15 hari sebelum waktu ujian karena sebelumnya hanya (terlalu) berharap di jalur SNMPTN dengan target un...

00.00

Bahkan di titik terakhir, kita masih bisa memiliki definisi ambivalen; kembali ke 00.00 sebelumnya atau mengejar 00.00 setelahnya.                 Kelak kita – dalam stigma entitas makhluk beradab -- mengerti bahwa relung sarat dengan friksi, baik antara orang yang tidak dikenal atau bahkan orang yang dekat. Friksi-friksi tersebut lahir sebagai pemicu atas ketidaksesuaian yang hadir dalam 23.00 dan determinasi dalam 01.00.  Namun, pertanyaan yang muncul selanjutnya ialah bagaimana friksi tersebut dapat melahirkan ketidaksesuaian, keengganan, atau bahkan melahirkan pelajaran selanjutnya untuk sampai  pada titik terakhir. Manusia, dengan pemahaman yang tidak terkurung, akan selalu mengartikan friksi dalam dua kondisi, yaitu untuk dapat memutar atau melanjutkan waktu sebagai variable terikat atas pemikiran dan tindakan yang beriringan. Mereka kelak juga akan mengetahui bahwa sesuatu perlu diperbaiki ...

01.00

Ketika kamu sudah berada di hadapan rahasia dan di belakang kata-kata, kamu harus berjalan untuk menuntaskannya. Dalam 23.00, kita belajar bahwa selalu ada kesempatan untuk dapat memberikan waktu berpikir ulang atas suatu determinasi. Namun, ketika konsensus atas diri sendiri mengatakan untuk terus berlaju, kita harus terus berjalan untuk mengejar arti konsistensi yang melekat di sekitar kita. Dengan memegang konsiderasi ketidasesuaian, kita dihadapkan pada tuntutan untuk menahan beberapa menit untuk mundur dalam fragmen 23.00 atau maju ke arah 01.00 sebagai analogi ruang yang kita pilih. Selanjutnya, jika kita sudah berada dalam masa yang bergerak, adalah suatu tugas kita untuk terus menuntaskannya dengan apik. Pasalnya, masing-masing di antara kita telah berjalan di antara kata-kata yang terisap seiring perjalanan walaupun pada akhirnya beberapa akan ditinggalkan. Apik tidak didefinisikan sebagai arti tuntutan kesempurnaan hasil, tapi mengarah kepada komitmen dan ca...

23.00

Jika memang tinggi dan rendah adalah hal yang harus dilalui, untuk apa kamu memikirkan persimpangan hanya untuk berlari?             Dalam rentetan mili detik, setiap manusia memiliki setidaknya satu tujuan untuk dicapai dalam satu mili detik selanjutnya, entah hanya untuk tidur lagi, makan, mengerjakan tugas, atau menunda untuk mengerjakan tugas. Kehidupan manusia memang sesederhana itu dalam berpikir dan bertujuan, ya, setidaknya hal ini benar tanpa memikirkan anomali dari pilihan pribadi yang berbentrokan dengan pilihan orang lain dalam ritme sebab akibat. Pernahkah masing-masing kalian berpikir atas anomali yang termanifes dalam sebuah kompleksitas keputusan hanya untuk meninju atas pilihan selanjutnya? Lalu, sepintas menemui imaji-imaji yang dekat, tapi singkat cerita menjadi definisi bodoh lantaran kamu tahu bahwa titik di mana kita berdiri adalah hasil dari konstelasi pikiran kamu dan orang lain yang sejatinya dapat dipil...

Asmaraloka

         Ragam sastra ini hanya ditujukan sebagai sebuah pengingat atas apa-apa yang telah mencederai, mengamputasi, bahkan membunuh rasa ‘ada’ dari manusia yang dianggap makhluk paling sempurna di muka bumi. Di balik rahasia, telah terbungkam kasih yang terendam dalam banjir afeksi sebagai akibat tidak mengalirnya kemanusiaan ke bilik yang sepatutnya. Kemanusiaan itu terbendung pun tercabik. Seakan-akan memberikan potret kejumawaan potensial dari segelintir orang yang menutup aliran itu dengan rapat. Segelintir yang berjumlah tidak tentu, yang rasanya mencekik label universal sebagai suatu entitas manusia. Dalam ragam sastra ini pula, saya tidak akan menghubungkan cerita dengan konstruksi hukum – wujud ketegasan peraturan -  yang memang ada untuk memberikan kebahagiaan bagi seluruh masyarakatnya, tetapi saya mengajak atau dalam tataran yang lebih tinggi, menuntut sebuah konsep mendasar bagi tiap orang, tiap individu, menanamkan suatu postulat untuk tida...

Menelisik Fokus Pemerintah Terhadap Pengembangan Infrastruktur Melalui APBN 2017

Image
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau yang biasa disebut dengan APBN  menurut Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara adalah rencana keuangan tahunan pemerintah yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Lengkapnya, APBN adalah  suatu rancangan rencana pengelolaan keuangan negara yang diatur Pemerintah tiap tahunnya, ditetapkan dengan Undang-Undang dan  dilaksanakan secara terbuka serta bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Hal tersebut secara jelas termaktub dalam Pasal 23 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945. Definisi APBN (sumber: Kementerian Keuangan RI) Tahun 2016 yang akan segera usai menjadi tanda akan berakhirnya pelaksanaan APBN 2016 dan perlu dipersiapkannya suatu rancangan pengelolaan keuangan negara untuk tahun selanjutnya. Oleh karena itu, pada tanggal 26 Oktober 2016 sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia telah menyepakati dan mengesahkan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan da...